Monday, August 26, 2013

By. Stanley Wijaya

Hai teman, postingan kali ini saya tujukan buat kalian yang mengunjungi kota Magetan nih. Bosan dengan objek wisata yang itu-itu saja? Mau wisata yang lain dan pastinya tidak kalah dengan yang kalian harapkan? Dalam postingan kali ini saya akan share tentang perjalanan saya berkeliling Magetan bersama KOBAMATA. Mau tau cerita saya? Check this out yaa..

KOBAMATA adalah singkatan dari Komunitas Blogger SMASA Magetan. Komunitas sering mengadakan kegiatan bersama-sama dan juga mengadakan kopdar rutin setiap minggunya. Nah, pada hari ini tepatnya tanggal 25 Juni 2012 saya dan komunitas saya ini mempunyai rencana untuk mengelilingi kota Magetan dalam rangka mempromosikan Magetan lewat blog.
Perhentian pertama kami adalah Candi Sadon. Candi ini terletak di dusun Sadon desa Cepoko, Magetan, Jawa Timur. Candi ini terletak kurang lebih 40 meter sebelah timur perempatan jalan antara dusun Pandak dan dusun Sadon (pada jalan Magetan-Panekan). Sebelum memasuki tempat tersebut, kami menghubungi juru kunci candi tersebut untuk mencari sumber referensi. 


Juru kunci tersebut bernama Sdr. Sarnu T.R . Menurut pertanyaan yang saya ajukan, candi ini dibangun pada tahun 1018 dan sekarang baru ditemukan sepertiganya saja.

Di sana kami juga menemukan beberapa buku referensi tentang sejarah Candi tersebut. Bila kalian ingin membaca isi dari buku tersebut, kalian bisa klik link berikut Sejarah Singkat Candi Sadon Magetan


  Setelah kurang lebih 2 jam di candi tersebut, perjalanan kami lanjutkan ke Jalan Sawo. Tempat ini adalah sentra kulit yang sudah diolah menjadi sepatu. Banyak wisatawan yang mengunjungi kota Magetan dan membeli oleh-oleh berupa sepatu ataupun sandal kulit. Pastinya setiap liburan tiba, lokasi ini selalu menjadi pusat keramaian bus-bus pariwisata ataupun mobil pribadi lainnya.







  Perjalanan kali lanjutkan ke Ringin Agung. Di sana kami melihat pembuatan caping yang mayoritas dikerjakan oleh wanita paruhbaya. Ternyata caping ini asli dari Magetan loo teman-teman. Caping khas Magetan ini dapat dibedakan dengan caping daerah lainnya, bila ditinjau dari kawatan kuwung, jebabah, nitikan, jeperen, dan sebagainya. Dalam satu hari, satu rumah dapat menghasilkan 15 - 20 kodi. Untuk pemasarannya, caping ini dijual di daerah Magetan sendiri dan juga dikirim ke Sumatera, Kalimantan, dan pulau-pulau lainnya.









Di bawah ini adalah foto Mbah Sarijah yang berumur lebih dari 85 tahun. Beliau mengaku bahwa pernah mengalami penjajahan Belanda dan Jepang, bisa dibilang juga sebagai saksi hidup bangsa Indonesia :


  Sudah puas kami melihat-lihat, perjalanan berlanjut ke kebun Jeruk Pamelo yang terletak di Bendo, Magetan. Kebetulan kami kesana pada saat pengangkutan jeruk tersebut. Menurut pertanyaan yang saya berikan, dalam satu kali masa panen kebun ini bisa menghasilkan rata-rata 3000 buah dan segera dipasarkan di daerah Magetan bahkan sampai ke luar daerah, seperti : Bandung, Nambangan, Yogya, dan masih banyak yang lainnya.










  Tak terasa waktu telah menunjukkan saatnya makan siang, kami pun segera menuju ke alun-alun kota Magetan untuk menikmati santapan siang. Saat perjalanan ke alun-alun, saya sempat mengambil foto pembuatan genteng ataupun bata yang cukup menarik perhatian saya.




  Sesampainya di alun-alun, kami memesan mie ayam dan bakso untuk melepas rasa lapar kami. Tak lupa, kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Andik Rasida dan Bapak Sagung Wibowo yang berbaik hati untuk "traktir" KOBAMATA (hehe, terima kasih yaa pak. Semoga pahalanya selalu berlimpah).








  Mungkin itu sekian cerita edisi hunting bareng KOBAMATA, bila ada kata yang kurang sopan saya minta maaf. Bila ada lebihnya itu merupakan anugerah dari Yang Maha Kuasa. Terima kasih.

1 comments: